Part Osculation of Sunset

Part Osculation of Sunset

——————————————————————————————————

WP_20180329_19_36_0

Pasir putih menghamparkan dirinya dengan panjang,

Orang-orang yang datang dari bermacam tempat di bumi ini,

Tampak dari warna kulit, postur tubuh, macam bahasa, khas mata, hingga sesuatu yang mungkin sulit tuk dimaknakan,

Aku tak perlu takjub dengan keanekaragamannya,

Cukup menyatu dengan lingkungan kultur yang terbuka di sini,

Turun tuk melangkah meninggalkan Si Matic Rent yang teraniaya, hanya sejenak sayang,

Si Jukir pun seakan tak begitu acuh dengan tempat perhentianku,

Candaan bermain bola kaki pantai para bocah hendak menggugah beberapa tetesan keringat,

Mata Si Sipit yang menarik tuk lama di pandang,

Romantisme terbuka Pasangan Kekasih Barat yang seakan nikmat tuk dicoba,

Aku hanya memilih berdiri, kemudian duduk di gundukan pasir putih menikmatinya dengan lensa alami,

Semuanya lebih menggugah jiwa, meski kekasihku kini adalah kesendirian,

Dalam waktu panjangku yang berkurang sejengkal,

Yang berserakan berantakan juga tak sedikit di sepanjang bibir basah nan seksi ini,

Apakah semuanya kesengajaan atau semata hanya kehendak alam? Entahlah?!

Yah, pikirku ini bisa memperburuk citra, Mungkin!

Namun lagi-lagi, mereka yang hadir tak ingin meliriknya, atau sengaja terpesona dengan yang membutakan pandangan,

Pepohonan hijau-rindang sepanjang pantai mengademkan,

Sedikit menutup terik romantis langit senja berawan,

Surya pun hendak meluncur jauh ke ufuk barat dengan lambaian cahaya yang jingga,

Katanya “sampai jumpa untuk hari ini, aku bahagia kamu memandang bahagia kepergianku walaupun sesaat”,

“aku tujukan sekawanan ombak yang coba meraihmu karena berdiri jauh dari tepian”,

“aku titipkan salam melalui tiupan angin yang merabah tubuhmu dan membelai rambutmu dengan mesra tiada henti”,

“agar kau tahu, bahwa aku tak benar pergi”,

“dan agar kau mengerti pula, tentang apa sebenarnya rindu yang terpatri itu”,

“meski nantinya kau akan pergi dari tempatmu bertahan tuk memandang kepergian sesaat ini”,

“kecupku untuk Romantisme kita yang sesaat di senja ini”,

“sampai jumpa pada sejuta Cinta esok, walaupun itu hanya harapan bagimu”

Edited in Lumia Selfie

———– In Birth ————

Kuta Beach, March 29th 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s